Film ‘Hantu Puncak Datang Bulan’ yang dibintangi Andi Soraya gagal tayang gara-gara diancam akan didemo FPI. Kini, sebulan setelah tak jadi dirilis, film tersebut berganti judul.
“Film yang aku mainin belakangan ganti nama jadi Dendam Pocong Mupeng,” ungkap Andi, sang bintang utama dalam film tersebut, saat ditemui di Pisa Cafe, Jl. Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (8/3/2010).
Sayangnya Andi tidak tahu kapan filmnya yang sudah berganti judul itu akan tayang. Ia kini malah tengah bermasalah dengan pihak pembuat layar lebar tersebut, K2K Production. Honornya sampai saat ini baru dibayar 50 persen.
Aktris 33 tahun itu membantah jika aksinya mengungkap permasalahan dengan K2K Production sebagai bagian dari promosi ulang filmnya. “Nggak ada ke arah situ, ganti nama itu juga masih tentatif,” tukas Andi.
Film ‘Hantu Puncak Datang Bulan,’ gagal tayang di bioskop, 4 Februari lalu. Layar lebar garapan Steady Rimba itu, memang mendatangkan kontroversi sejak trailernya beredar di You Tube. Dalam trailer film tersebut, tampak sejumlah adegan syur. Misalnya, adegan Andi Soraya melepas branya dan melakoni adegan ranjang dengan Ferly Putra, aktor pendatang baru yang kini menjadi kekasihnya. sen/detikhot
Best Motion Picture of the Year
Winner: The Hurt Locker (2008) – Kathryn Bigelow, Mark Boal, Nicolas Chartier, Greg Shapiro
Best Achievement in Directing
Winner: Kathryn Bigelow for The Hurt Locker (2008)
Best Performance by an Actress in a Leading Role
Winner: Sandra Bullock for The Blind Side (2009)
Best Performance by an Actor in a Leading Role
Winner: Jeff Bridges for Crazy Heart (2009)
Best Foreign Language Film of the Year
Winner: El secreto de sus ojos (2009)(Argentina)
Best Achievement in Editing
Winner: The Hurt Locker (2008) – Bob Murawski, Chris Innis
Best Documentary, Features
Winner: The Cove (2009) – Louie Psihoyos, Fisher Stevens
Best Achievement in Visual Effects
Winner: Avatar (2009) – Joe Letteri, Stephen Rosenbaum, Richard Baneham, Andy Jones
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Winner: Up (2009) – Michael Giacchino
Best Achievement in Cinematography
Winner: Avatar (2009) – Mauro Fiore
Best Achievement in Sound Mixing
Winner: The Hurt Locker (2008) – Paul N.J. Ottosson, Ray Beckett
Best Achievement in Sound Editing
Winner: The Hurt Locker (2008) – Paul N.J. Ottosson
Best Achievement in Costume Design
Winner: The Young Victoria (2009) – Sandy Powell
Best Achievement in Art Direction
Winner: Avatar (2009) – Rick Carter, Robert Stromberg, Kim Sinclair
Best Performance by an Actress in a Supporting Role
Winner: Mo’Nique for Precious: Based on the Novel Push by Sapphire (2009)
Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published
Winner: Precious: Based on the Novel Push by Sapphire (2009) – Geoffrey Fletcher
Best Achievement in Makeup
Winner: Star Trek (2009) – Barney Burman, Mindy Hall, Joel Harlow
Best Short Film, Live Action
Winner: The New Tenants (2009) – Joachim Back, Tivi Magnusson
Best Documentary, Short Subjects
Winner: Music by Prudence (2010) – Roger Ross Williams, Elinor Burkett
Best Short Film, Animated
Winner: Logorama (2009) – Nicolas Schmerkin
Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen
Winner: The Hurt Locker (2008) – Mark Boal
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song
Winner: Crazy Heart (2009) – T-Bone Burnett, Ryan Bingham(“The Weary Kind”)
Best Animated Feature Film of the Year
Winner: Up (2009) – Pete Docter
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Winner: Christoph Waltz for Inglourious Basterds (2009)
Best Achievement in Makeup
Winner: Star Trek (2009) – Barney Burman, Mindy Hall, Joel Harlow
Best Short Film, Live Action
Winner: The New Tenants (2009) – Joachim Back, Tivi Magnusson
Best Documentary, Short Subjects
Winner: Music by Prudence (2010) – Roger Ross Williams, Elinor Burkett
Best Short Film, Animated
Winner: Logorama (2009) – Nicolas Schmerkin
Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen
Winner: The Hurt Locker (2008) – Mark Boal
Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song
Winner: Crazy Heart (2009) – T-Bone Burnett, Ryan Bingham(“The Weary Kind”)
Best Animated Feature Film of the Year
Winner: Up (2009) – Pete Docter
Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Winner: Christoph Waltz for Inglourious Basterds (2009)
Seorang penulis asal Cina keukeuh menggugat sutradara James Cameron lantaran dianggap telah menjiplak cerita Avatar dari novel karyanya.
Zhou Shaomou, lelaki itu, mengklaim alur cerita dari film Avatar nyaris mirip dengan cerita dari buku fiksi ilmiah yang ditulisnya, Tale of the Blue Crows, yang dipublikasikan secara online pada 1997.
”Sebesar 80 persen dari plot dan inti cerita Avatar mirip betul dengan novel saya,” ujarnya kepada China Daily.
Lantaran merasa dirugikan, Zhou pun menuntut ganti rugi hingga 155 juta dollar AS.
Belum lama ini, Zhou sempat mengajukan gugatan serupa di pengadilan China. Namun, ambisi menggugat James Cameron atas tindakan pelanggaran hak cipta selalu kandas. Sudah dua kali Zhou melayangkan gugatan tersebut.
Namun, bukan Zhou namanya kalau gampang menyerah. Ia mengatakan, langkah hukum yang dilakukannya demi memperjuangkan hak-haknya. ”Saya menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang tahu saya di China, tapi saya bersikeras untuk memperjuangkan hak atas karya cipta saya. Lebih dari 10 juta orang telah membaca buku saya melalui internet. Banyak yang bertanya mengapa seseorang yang terkenal seperti Cameron menyalin secara jelas hasil karya penulis yang kurang terkenal,” ujarnya.sab/kompas
Penyanyi Justin Timberlake kembali berakting, setelah mendapat peran pembantu di film Alpha Dog (2007) dan The Love Guru (2009). Mantan personil boy band N’Sync itu akan beradu akting dengan mantan kekasihnya Cameron Diaz di film komedi, Bad Teacher. Cowok berusia 29 tahun ini juga akan bermain di The Social Network yang akan tayang tahun ini, dimana ia mendapatkan peran utama sebagai Sean Parker.
Dalam film Bad Teacher, Justin akan memerankan guru pengganti yang berpacaran dengan teman Cameron Diaz yang diperankan oleh aktris asal Inggris Lucy Punch. Sementara Cameron akan mendapat peran sebagai guru yang terguncang hatinya setelah diputuskan oleh pacarnya.
Selain Justin, film ini akan dibintangi oleh aktris Molly Shannon (Scary Movie 4), Eric Stonestreet (The Island), Jason Segel (Forgetting Sarah Marshall) dan John Michael Higgins (The Ugly Truth). Masing-masing akan memerankan guru dan kepala sekolah.
Tentang para pemain di film ini Doug Belgrad, salah satu petinggi Columbia Pictures, kepada Access Hollywood, “dengan Justin, Molly, dan Eric bergabung bersama Cameron, Jason dan Lucy, film ini akan menjadi film komedi impian, dan kami sangat bersemangat untuk film ini.”
Bad Teacher akan diarahkan oleh Jake Kasdan yang pernah membesut Zero Effect (1998) dan Orange County (2002). Sedangkan untuk naskahnya akan ditulis oleh Lee Eisenberg dan Gene Stupnitsky yang juga akan menulis naskah film Ghostbusters III.
Pihak Columbia Pictures selaku distributor film ini rencananya akan merilis filmnya pada tahun 2011. Tidak sabar melihat mantan pasangan ini beradu akting, kami juga lho.
Leonardo DiCaprio tak pernah puas dengan kualitas aktingnya. Padahal, aktingnya di Shutter Island banyak dipuji. Bahkan, sebelumnya ia sempat dinominasikan Oscar.
Mengutip situs femalefirst, Selasa (2/3), Leonardo tetap terus mencari hasil kerja yang sempurna. Saat jumpa pers Shutter Island garapan artin Scorsese digelar Leonardo mengatakan, “Saya menanggapi apa yang saya baca dan apa yang telah saya baca dalam peran ini adalah karakter berbeda secara emosional. Kedepannya saya didorong untuk dapat yang lebih baik lagi dengan genre film yang berbeda.”
Ditambahkannya, “Saya tidak tahu kenapa saya tidak pernah puas. Saya akan senang mencoba genre lain dan berharap sukses menjalankannya.”
Apapun alasan Leonardo, keterlibatannya di Shutter Island, sejak terakhir kali meraih Oscar tahun 2006, akting Leonardo banyak dipuji. Penasaran? Pastikan Shutter Island akan rilis paling lama 12 Maret 2010 di seluruh dunia. Rab/inilahcom
Film yang disutradarai oleh Arie Azis bercerita tentang RIYO, cowok pintar lulusan fakultas hukum universitas terkenal, kaget setengah mati saat bangun tidur dan menemukan FLORA (OLA) berada diranjangnya. OLA lebih panik dan mengira ia sudah diculik dan diperkosa oleh cowok yang tidak dikenalnya. OLA cepat berlari pulang dengan bingung
Di kantornya, RIYO bertemu dengan FAUZAN (OJAN), ROBIN (ODING) dan FAUZI (OJI) yang ternyata adalah abang – abang OLA. RIYO membantah telah meniduri OLA, akibatnya RIYO kembali dihajar habis – habisan
MAT JAGO (Ayah OLA), mafia betawi geram mendengar cerita dari ketiga abang OLA kalo OLA sudah berhubungan intim dengan cowok yang nggak dikenal. Ia memaksa RIYO menikahi OLA. OLA terpaksa setuju usul RIYO untuk periksa ke dokter. Alangkah kagetnya RIYO dan OLA , ternyata OLA masih perawaan, itu artinya, malam itu tidak terjadi apa – apa
Orang tua RIYO kebingungan ketika mendadak RIYO meminta mereka melamar OLA. Selama ini mereka mengenal MERCY sebagai pacar RIYO. Mercy mengamuk mendengar RIYO mau menikahi OLA. Ia menemui OLA dan menghina OLA sebagai cewek penggoda. OLA ngga peduli, ia malah bertekad mau mendapatkan RIYO.
Siapakah yang akhirnya dinikahi oleh RIYO?
Film ini bercerita tentang perjalanan hidup beberapa mahasiswa/i di sebuah kampus di Bandung, yaitu Slamet, Fuad, Gungun, Poltak, Benny dan Ria. Mereka berteman sejak pertama kali masuk kuliah sampai akhirnya lulus dan melanjutkan hidup mereka.
Ria dari Padang, si bintang kampus menjadi pujaan di antara mereka yang pintar dan cantik. Slamet dari Trenggalek yang pintar tapi pendiam, tidak pernah bisa mengungkapkan cintanya. Benny dari Jakarta dengan sifat percaya dirinya yang tinggi. Gungun anak Sunda yang lugu dan kocak. Fuad dari Madura yang menggebu-gebu serta Poltak dari Pematang Siantar yang santai. Mereka bersama-sama melalui suka duka kuliah dengan karakter yang berbeda dalam menghadapi kehidupan perkuliahan, pertemanan, percintaan dan keluarga… Tawa, Tangis… mereka lalui bersama…
Latar belakang keluarga mereka yang berbeda dan masing-masing permasalahannya membentuk karakter-karakter yang akan terlihat saat 20 tahun kemudian mereka bertemu kembali.
Bagaimana mereka saat bertemu kembali? Apakah karakter mereka di masa kuliah akan sama dengan saat berjumpa 20 tahun kemudian? Bagaimana akhir cerita cinta mereka?
Mereka akan menunjukkan BAHWA CINTA ITU ADA….
Saksikan mulai 4 Maret 2010 di biosko-bioskop 21 dan XXI
Sutradara muda Helfi Kardit yang juga sutradara “Suster Keramas” rupanya sangat mengidolakan mendiang Soeharto. Dari situ ia berkeinginan untuk membuat sebuah film tentang Presiden RI ke-2 tersebut. SoehartoBertajuk Antara Aku dan Soeharto, Helfi sudah merampungkan ide cerita sekitar dua bulan lalu.
Segala riset dilakukan, termasuk mewawancari supir taksi dan pedagang. “Cerita ini murni dari saya pribadi. Tetap sebagai film utuh, ada unsur komedi dan lainnya,” kata Helfi saat ditemui di Kampoeng Obor, Jakarta, Senin kemarin. Mengidolakan sang presiden sejak masih di sekolah dasar, Helfi sudah siap dengan segala resiko pro dan kontra yang mungkin akan timbul.
“Saya sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi,” tegasnya. Karena tak ingin ada intervensi dalam cerita, Helfi menolak tawaran pendanaan dari keluarga Cendana. Kendati keperluan wawancara tetap dilakukan. Berbudget sekitar Rp 500 juta, film indie ini dijadwalkan rilis pada tahun ini juga. Pencarian casting untuk tokoh Soeharto pun tetap dilakukan.
“Di luar segala permasalahan internal, buat gue negeri ini punya hutang budi terhadap beliau,” tutup Helfi. Ming/Astaga
Film “Dibawah Langit” yang disutradarai oleh Opick Tombo Ati dan Gunung Nusa Pelita mengangkat tokoh 7 anak yatim yang diasuh oleh seorang tokoh desa yang dikenal dengan nama Kyai Akhmad (Dolly Martin)
Kyai Akhmad sebelum mengasuh 7 anak yatim piatu telah mempunyai seorang putri yang bernama Maysaroh (Inneke Koesherawati) dan 2 orang santri yang diperlakukan seperti anak sendiri. Kedua santri tersebut mempunyai karakter yang berbeda. Santri pertama bernama Zaelani (Agus Kuncoro) berkarakter lurus, teguh dan tenang. Sementara santri yang kedua bernama Gelung (Opick Tombo Ati), berkarakter energik, intuitif, imajinatif, dan kontemplatif.
Munculnya tokoh-tokoh seperti Kyai Ahmad, Maysaroh, dan Gelung menjadi latar belakang penguat dinamisasi cerita dalam film ini, yang berpusat pada pergumulan hidup dari 7 anak yatim asuhan Kyai Akhmad. Adanya polemik dilematis kisah asmara antara Gelung, Maysaroh, dan Zaelani memberi sentuhan romantisme yang manusiawi namun cukup memilukan. Polemik dilematis tokoh-tokoh tersebut pada gilirannya menjadi awal bagi terbentuknya suatu pergulatan dan petualangan dalam cakrawala hidup yang baru bagi ke-7 anak yatim tersebut, begitu juga bagi tokoh-tokoh yang melatarbelakanginya.
Adapun gambaran kehidupan nelayan di pesisir dengan persoalannya, memberikan kontribusi nuansa secara keseluruhan yang menghidupkan inti tema dalam film ini. Tokoh rentenir (Didi Petet) menjadi salah satu penegas, gambaran atas beratnya beban hidup yang harus dipikul masyarakat pesisir
You can subscribe to Film Indonesia by e-mail address to receive news and upates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | 31 | ||||