Daisy Fajarina




Daisy Fajarina Buronan Interpol Seluruh Dunia

Posted on 03 Aug 2009 at 4:19pm

Pinot, ayah Manohara Odelia Pinot, yang berkewarganegaraan Perancis, telah menjalani hukuman penjara empat bulan di Perancis untuk kasus pemerkosaan seorang pembantu rumah tangganya (PRT), Shaliha Lanti. Namun, Daisy Fajarina, yang namanya tercatat pada surat putusan pengadilan sebagai orang yang juga terlibat dalam pemerkosaan itu, masih berkeliaran bebas di Indonesia. Oleh karena itu, Shaliha, yang didampingi oleh aktivis peduli perempuan, Ratna Sarumpaet, mendatangi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, Senin (3/8), untuk memastikan bahwa Interpol Perancis sudah mendapatkan surat putusan pengadilan Perancis yang dimaksud.

“Sebenarnya, ada kasus yang harus ditaati oleh Daisy. Saya melihat sangkalan dari Daisy dan (ia) menganggap enteng. Kami ingin memastikan bahwa kami tidak membawa omong kosong dan tipuan. Kami harap setelah ini dia (Daisy) cari lawyer untuk membantunya. Keputusan ini harus ditaati dari pengadilan Perancis,” kata Ratna di Kedutaan Besar Perancis, Jakarta Pusat, Senin (3/8).

Dengan mendatangi kedutaan tersebut, Shaliha dan Ratna mendapat kepastian bahwa Interpol Perancis telah membuat surat kepada Interpol di seluruh dunia untuk menangkap Daisy di manapun ia berada.

“Di mana pun Daisy berada, dia harus ditangkap karena masa bandingnya juga sudah habis, meskipun dia bilang sudah bohong-bohong dan bilang suka sama suka. Kami akan temui Interpol, dan semua Interpol di dunia sudah dikirimi surat, dan Daisy dapat ditangkap di mana saja,” lanjutnya.

Menurut Ratna, dalam surat putusan pengadilan Perancis, Daisy seharusnya sudah menjalani hukuman penjara 18 bulan di Perancis. Dalam kasus yang menimpa Shaliha, Ratna menegaskan, kasus itu tak ada hubungannya dengan kasus Manohara yang sedang bergulir. “Kasus ini tidak ada kaitannya dengan Manohara karena kasus Manohara saja belum terbukti karena belum adanya visum, dan visum juga bukan bukti,” ungkap Ratna, yang kecewa karena kasus Manohara belum juga tuntas.


5 Popular Search:

Permalink  |  Tagged with:

Ibu Manohara Masturbasi dan Paksa Pembantu Minum Air Seni

Posted on 24 Jul 2009 at 11:50pm

Kasus KDRT model dan pesinetron Manohara Odellia Pinot belum selesai, kini giliran ibunya Daisy Fajarina yang bermasalah. Mantan pembantunya yang diumbar Daisy sebagai anak angkatnya Shaliha Lanti melaporkan Daisy atas kekerasan dan pelecehan seksual yang diterimanya pada tahun 2007 semasa di Perancis.

Leha, begitu sapaan Shaliha mengaku pernah mendapati pelecehan seksual dari suami Daisy yang berkewarganegaraan Perancis, Reiner Pinot bahkan hampir memerkosanya. Hal itu dilakukan sepengetahuan Daisy, awalnya ia biasa saja, namun tak lama ia langsung memaki Leha sembari menyuruh Leha dan suaminya mengulang adegan tersebut.

“Pinot belum memerkosa hanya meraba dan menciumi saya. Tapi Daisy suruh saya mereka ulang pada malam itu (27 Maret 2007) juga. Saya disuruh menelanjangi diri saya dan Pinot menelanjangi dirinya sendiri. Saat itu Leha disuruh minum air seni kalau mau dimaafkan Daisy,” paparnya saat memberi keterangan wartawan ditemui di Sari Kuring, SCBD,Jakarta, Kamis (23/7).

Di saat bersamaan, Daisy justru masturbasi dengan memasukkan jari ke kemaluannya kemudin jari itu dimasukkan ke mulut Leha. “Memang nggak perlu diceritakan, karena Daisy sepertinya punya gangguan psikologis. Dia masturbasi sendiri lalu dimasukkan ke mulut Leha,” sambung Ratna Sarumpaet selaku aktivis perempuan yang membela Leha.

Setelah puas mempermainkan Leha, Daisy mulai melakukan penganiayaan pada Leha. “Saya dipukuli Daisy, ditendang perutnya, dipukul pakai gantungan baju, dipotong rambutnya sampai sejengkal karena melihat perlakuan suaminya pada saya,” sambungnya.

Berdasarkan perlakuannya yang tak manusiawi, tadi siang Leha melaporkan Daisy ke Mabes polri atas tuduhan penganiayaan dan pelecehan seksual. Pada tahun 2008 Daisy memang pernah divonis hukuman 18 bulan dari Pengadilan Negeri Grasse, Perancis dengan tuduhan melalaikan kewajiban membayar gaji pada Leha, sementara Reiner dihukum 4 bulan karena pelecehan seksual.

“Waktu itu kami sudah mencari-cari tapi dia kabur dari Perancis. Akhirnya saya lihat juga di teve dan yakin itu Daisy, Astaghfirullah dia masih hidup. Jadi yang di Indonesia ini laporan baru, beda dengan yang di Perancis. Selain itu Daisy juga dilaporkan atas tuduhan penggelapan karena belum membayar rumah sewa di Perancis,” beber Leha.


5 Popular Search:

Manohara Odelia Pinot Tunda Visum Hingga Senin

Posted on 06 Jun 2009 at 6:58am

Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, menyatakan bahwa anaknya baru akan melakukan visum terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami Manohara oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, putra Raja Kelantan, Malaysia, pada Senin (8/6) pekan depan.

“Rencananya, Senin, (Manohara) akan melakukan visum di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), Jakarta Pusat. Ibunya (Manohara) mengatakan melalui telepon kepada Pak OC. Kaligis seperti itu. Jadi lihat saja nanti,” ujar salah satu kuasa hukumnya, Yuri Andre Darmas, Jumat (5/6).

Yuri tak mengetahui alasan pasti kenapa Manohara memilih melakukan visum itu pada Senin mendatang. Padahal, pihaknya berharap bahwa Manohara segera melakukan visum sebagai dasar untuk melakukan langkah hukum. “Saya tidak tahu. Ibunya maunya seperti itu. Kita serahkan ke ibunya. Kita sih maunya secepat mungkin,” ungkapnya.

Sikap Manohara dan ibunya, Daisy, yang terus menunda-nunda melakukan visum disayangkan sejumlah pihak. Bahkan, Ratna Sarumpaet, pimpinan Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC), memilih menarik pendampingannya terhadap Manohara, beberapa hari sebelum ia akhirnya kembali ke pangkuan ibunya.

Ratna bahkan menuding Daisy tidak menunjukkan kesungguhannya dalam mendukung upaya hukum yang sedang ditempuh RSCC kala itu.

Ketidaksungguhan itu pun belakangan terasa terlihat jelas. Manohara dan Daisy justru lebih mengutamakan meladeni wawancara ke sejumlah media, terlebih televisi, terkait kisah penderitaannya selama berada di samping suaminya, Tengku Muhammad Fakhry, ketimbang segera melakukan visum.

Sementara itu, menanggapi adanya rencana somasi yang akan dilayangkan pihak KBRI di Kuala Lumpur, terkait tudingan suap  yang diutarakan Manohara kepada pihak KBRI, Yuri menilai hal itu sebagai bentuk reaksi spontan atas kekecewaan Manohara terhadap respons pihak KBRI yang dinilainya lamban.

“Manohara masih polos. Mungkin pernyataan polos itulah yang terlontar. Kalau memang ada somasi dari pihak KBRI, saya sarankan sih menarik pernyataan tersebut,” ujarnya.

Yuri menilai apa yang dituduhkan Manohara itu bisa jadi bentuk kekecewaan atas pernyataan Dubes RI untuk Malaysia, Da’i Bachtiar, yang mengatakan bahwa Manohara dalam keadaan baik-baik saja di Kuala Lumpur. “Manohara sendiri tak pernah berada di Kuala Lumpur. Dari KBRI sendiri tidak ada yang melihat langsung kondisi Manohara di Kelantan. Padahal, ia sangat berharap mendapatkan respons yang cepat dari KBRI saat itu,” paparnya.

Tragis, Manohara Pinot di Paksa Berhubungan Seks Saat Haid

Posted on 25 Apr 2009 at 6:34am

Sejumlah fakta masih banyak yang belum terekam dalam kasus kekerasan yang dialami model Manohara Odelia Pinot, oleh suaminya, Tengku Muhammad Fakhry. Bahkan dalam pertemuan, Daisy Fajarina, ibunda korban, ditemukan bukti keterangan pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Dr. Naek L. Tobing.

“Poin utama di pertemuan ini adalah adanya tindakan kesewenang-wenangan dan tidak berperikemanusiaan yang diduga dilakukan oleh suaminya. Kita nggak asal ngomong, kita didukung bukti. Ada bukti dari Dr. Neil L. Tobing, saat datang ke Jakarta melarikan diri dari suaminya,” terang Afrian Bonjol, SH MM, selaku pengacara Manohara.

Dari surat tersebut diketahui, menurut Afrian, kliennya itu menerima perlakukan kekerasan oleh suaminya. Manohara dipaksa melayani nafsu seks, pangeran Kerajaan Kelantan itu di saat yang bersangkutan tengah berhalangan (haid, red). Tentu ini masuk dalam sebuah tindak kekerasan bagi perempuan.

“Surat tersebut menyatakan bahwa Ny. Manohara dipaksa berhubungan intim saat haid. Makanya dia stress dan sedih,” tambahnya.

Hari ini Daisy didampingi pengacaranya mengunjungi Kantor Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), di Jl. Ratuharhari, Jumat (24/4). Daisy diterima oleh M. Rida Saleh, selaku Wakil Ketua I Bidang Internal. Sehari sebelumnya yang bersangkutan juga telah melakukan pertemuan dengan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, meski rencana mengadu ke Departemen Luar Negeri gagal, akibat kelelahan dan pingsan.

kapanlagi.com


5 Popular Search:

Daisy Fajarina, Psikis Manohara Tertekan

Posted on 24 Apr 2009 at 9:59am

Pernikahan model Manohara Odelia Pinot dan pangeran Kelantan, Tengku Temenggong Fakhry, menurut Daisy Fajarina, terjadi saat putrinya masih berusia 16,5 tahun. Namun keluarga saat itu lebih mempertimbangkan, mencegah terjadinya hal-hal buruk saat keduanya berpacaran.

“Saya rasa Manohara sudah matang. Dari pada berbuat yang tidak diinginkan ataupun sampai terjadi zina, lebih baik saya nikahkan,” ungkap Daisy di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Kamis (23/4).

“Saya juga melihat Tengku sebagai orang yang sholeh dan bagus. Saya rasa ibu manapun akan mengijinkannya menikah dengan anaknya. Tapi jika kemudian berubah setelah menikah di luar kemampuan saya sebagai ibu. Saya tak menyangka akan begini jadinya,” tambahnya setengah menyesal.

Meski menikah, saat Mano tetap meneruskan sekolahnya, hingga menyelesaikan pendidikan setingkat SMA. Itu pun merupakan prasyarat yang diajukannya kepada keluarga kerajaan.

“Dia home schooling hingga lulus SMA. Tapi sebelum menikah saya syaratkan agar Mano tetep melanjutkan study-nya. Dan itu disetujui oleh mereka,” tegasnya.

Sementara perihal penyiksaan fisik, Daisy tidak membantah adanya informasi seperti itu, meski kenyataan itu sulit dibuktikan. Namun demikian, dirinya akan terus berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung. “Memang saya mendapatkan info seperti itu, tapi kita masih perlu bukti. Yang jelas kekerasan fisik dan mental baru dugaan, masih mengumpulkan bukti,” ungkapnya.

“Tapi saya tahu psikis Mano tertekan karena dalam diary-nya Mano sempat menulis curahan hatinya. Dia menulis ‘Saya menikah dengan kamu karena cinta, tapi jangan perlakukan kami sebagi propertimu. Jangan anggap orang Indonesia bisa dibeli.’ Intinya Mano tetap minta dihargai sebagai perempuan,” pungkasnya sambil berusaha menahan tangis.

Advertisement2

More Posts

News Archive

September 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930